Jumat, 19 Desember 2008


TEMA 4... PengaLaMAn Kuliah PrakTiKUM PTI


Kuliah PTI adalah kuliah yang sangat menarik karena iti adalah kuliah pertama saya yang ada praktikum sehingga saya dapat mengetahui serunya mengerjakan tugas praktikum.
Banyak sekali info yang saya dapatkan pada waktu perkuliahan tersebut walaupun tidak jarang saya tidak memperhatikan, tapi saya merasa kalau pengalaman kuliah PTi sangat membantu saya dalam mengenal teknologi nformasi yang sebelumnya saya tidak mengetahuinya sebelumnya.

Ada pengalaman saya waktu praktikum PTI yaitu waktu saya ketiduran di dalam lab. karena pada malam sebelumnya saya tidak bias tidur dan pagi harinya saya harus berangkat lebih pagi agar tidak telat karena rumah saya yang lumayan jauh.
Selain itu ada teman saya yang dikeluarkan karena tidak mematuhi peraturan sehingga harus keluar dan tidak boleh kembali karena surfing pada waktu tutor menerangkan.
Mungkin itulah segelintir pengalaman saya waktu perkuliahan PTI walaupun tidak ada yang terlalu menarik tapi mungkin itu cukup bermanfaat.

Minggu, 14 Desember 2008

TEMA 5 (OPEN SOURCE)


Sejarah Open Source (Sistem Operasi)


Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.
Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.
Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain
Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.
Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.
Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.


Definisi Open Source

Dari OSSData

Open source tidak hanya berarti bebasnya akses terhadap kode sumber. Syarat-syarat distribusi open source software harus memenuhi kriteria-kriteria berikut:

  1. Distribusi Ulang Gratis
    Lisensi distribusi tidak melarang pihak manapun untuk menjual atau memberikan software sebagai bagian dari distribusi software terpadu yang memuat program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi seharusnya tidak mensyaratkan royalti atau biaya lain untuk hal tersebut.
  2. Kode Sumber
    Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber sebagaimana distribusi bentuk terkompilasinya. Jika sebuah produk tidak didistribusikan dengan kode sumbernya, harus ada sarana yang terpublikasi baik untuk mendapatkan kode sumber dengan mudah. Kode sumber harus dalam bentuk yang memudahkan programmer untuk memodifikasi program tersebut. Bentuk intermediet, seperti output preprosesor atau translator tidak diperbolehkan.
  3. Kerja Turunan
    Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan penerusan hasil kerja oleh orang lain, serta harus mengizinkannya untuk didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan software aslinya.
  4. Integritas Penulis Kode Sumber
    Lisensi dapat melarang kode sumber untuk didistribusikan ulang dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi file-file tambahan beserta kode sumber untuk tujuan memodifikasi progran pada masa pembangunan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari software aslinya.
  5. Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan
    Lisensi tidak boleh mendiskriminasi pribadi atau golongan manapun.
  6. Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu
    Lisensi tidak boleh melarang siapapun untuk memanfaatkan program dalam bidang atau usaha tertentu. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan di bidang bisnis, atau digunakan dalam riset genetika.
  7. Distribusi Lisensi
    Hak-hak yang dimiliki oleh program harus dapat diaplikasikan oleh semua orang yang menerima distribusi program tersebut, tanpa perlu penambahan lisensi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
  8. Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk
    Hak-hak yang dimiliki program bukan karena program tersebut menjadi bagian distribusi software tertentu. Jika program tersebut dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak yang menerima distribusi tersebut mempunyai hak yang sama sebagaimana hak yang dipunyai oleh distribusi software asal.
  9. Lisensi Tidak Membatasi Software Lain
    Lisensi tidak boleh melakukan pembatasan terhadap software lain yang didistribusikan bersama dengan software yang diberi lisensi. Misanya, lisensi tidak boleh memaksa agar semua program lain yang didistribusikan melalui medium yang sama harus merupakan open source software.
  10. Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi
    Tidak ada syarat lisensi yang merupakan predikat dari suatu teknologi atau gaya antarmuka tertentu.


Pembedayaan di OPEN SOURCE :

saat ini sudah hampir semua LAB. KOMPUTER yang ada di ITS menggunakkan sistem Open Source ini.
Khusunya pada Fakultas yang bersistem Komputer sepeti TEKNIK INFORMATIKA dan SISTEM INFORMASI. tapi yang saya ketahui LabKom yang ada di SI ITS, masih menggunakan Windows,,ato mungkin saya saja yang kurang tahu, tapi setahu saya Komputer yang menggunakan sistem operasi Open Source ini dapata menguntungkan dan memudahkan kita para pengguna komputer.
Begitu juga dgn perguruan tinggi yang lainnya, Mereka sudah banyak memakai yang namanya komputer berbasis sistem Open Source ini.


SISTEM OPERASI OPEN SOURCE
SELAIN LINUX


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia
menggunakan komputer dengan system Operasi Microsft Windows.salah satu faktor utama dari
maraknya penggunaan system operasi Microsoft windows adalah sebagian besar penjual
komputer telah menginstallkan system operasi buatan Bill Gates ini disetiap komputer yang
dijual tak jelas apa maksudnya padahal banyak dintara komputer itu menggunakan Windows
Bajakan yang jelas-jelas melanggar hukum.
Pertanyaan nya adalah apakah ada system operasi selain windows ?,jawabanya ada dan
banyak sekali Jika boleh diandaikan Sebuah system operasi dapat diandaikan sebagai makanan
pokok seperti yang kita ketahui bersama terdapat banyak makanana pokok didunia ini seperti
nasi,roti,singkong,sagu,jagun,dll bagaimana pun bentuk dan rasanya tetap memilki satu tujuan
yaitu untuk…………..
Begitu juga denga sebuah system operasi buat apa kita mencari yang berbayar jika ada
yang gratis dan memiliki kemampuan yang sama.dan Salah satu sistem operasi yang
mempunyai posisi yang kuat untuk menggantikan Windows adalah Linux pertanyaan
selanjutnya adalah ada Nggak Seh selain Linux dan mungkin di antara Pembaca ada yang
berpikir lagi-lagi linux bosen nih.Untuk lebih jelasnya selanjutnya akan dijelaskan beberapa
sistem operasi pesaing windows non LINUX yang akan meramaikan pentas persaingan OS

1. ReactOS
Bagaimana pun hebatnya Linux dalam berbagai hal tetap kalah dalam satu hal yaitu
kurangnya aplikasi berbasis multimedia,games dan Video editing dan kalaupun ada pasti masih
terbatas.Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan Emulator seperti


Wine,CrossOver dan Cedega.Namun tetap saja ada masalah.Mungkin diantara pembaca ada
yang berpikir kenapa aplikasi windows tidak dapat berjalan di sistem operasi lain.Sebuah
aplikasi tak terkeculai di windows maupun linux membutuhkan routines yang dibutuhkan untuk
menjalankan aplikasi sebagai contoh sebuah aplikasi yang dibuat dengan Bahasa pemprograman
MS Visual Basic pada lingkungan Windows tak akan dapat berajalan tanpa adanya routines
salah satu yang terpenting adalah file MSVBVM60.DLL
ReactOS adalah project yang dikembangkan oleh komunitas free software dan open
source yang binarynya (eksecutable filenya) dan driver compatible (sesuai) dengan Microsoft
windows 2000/XP.Dalam bekerja ReactOS memeliki persamaan dengan projek WINE yang ada
pada linux karena perkembangan ReactOS sangat tergantung dari developer WINE juga. Saat
ini ReactOS telah memasuki tahapan Alpha diman orang yang berminat untuk mengujinya dapat
mengunduhnya disitus resminya http://www.reactos.org

2. HAIKU (Open BeOS)
Haiku atau yang juga dikenal dengan nama nama Open BeOS adalah sistem operasi
yang dibuat berdasarkan BeOS.BeOS adalah sistem operasi yang memiliki arsitektur kuat yang
dibuat oleh Be Inc,berbeda dengan sistem operasi lainnya yang dibuat berdasarkan hardware
yang ada pada saat itu BeOs dibuat untuk bekerja pada Hardware modern (BeBOX) sehingga
BeOS tidak terlalu dikenal.Sekarang projek BeOS dihentikan karena gagal dalam
mengkomersilkan dirinya.BeOS merupakan sistem operasi yang berjalan pada arsitektur
PowerPC namun pada penghujung usianya BeOS telah berhasil di porting ke platform
X86 .dibandingkan dengan sistem operasi lainnya BeOS memilki beberapa kelebihan yaitu
Arsitektur yang kuat untuk multimedia,mendukung multiprosesor,mendukung 64 journaling file
sistem.
Haiku merupakan Projek yang betul-betul baru dan tidak memilki keterkaitan source
code dengan BeOS,Haiku merupakan salah satu proyek open source.HAIKU masih dalam tahap
praAlpha sehingga untuk menjalankan dibutuhkan Aplikasi Virtual seperti Qemu atau Vmware

Sebenarnya masih banyak sistem operasi yang memiliki sifta serupa dengan linux yaitu
OpenSource namun karena kurangnya sosialisasi atau memang sistem tersebut diperuntukkan
oleh suatu komunitas tertentu Sebagai acuan beberapa sistem operasi yang memiliki sifat
Opensource dan dapat dijadikan alternative selain Linux adalah :
· Minix (Nenek moyang Linux)
· Plan 9 sistem operasi turunan Unix
· Open Solaris /Sistem operasi milik Sun
· Open Darwin sistem operasi yang digunakan untuk membuat MacOS X
· OpenBSD



PENTING!!!!!

Open Source

Konsep open source pada intinya adalah membuka "source code" dari
sebuah software. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan source
code merupakan kunci dari sebuah software. Dengan diketahui logika yang
ada di source code, maka orang lain semestinya dapat membuat software yang
sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis.
Kita bisa saja membuat software yang kita buka source codenya, mempatenkan
algoritmanya, medaftarkan hak cipta atau copyright, dan tetap menjual
software tersebut secara komersial (alias tidak gratis).
definisi open source yangasli seperti tertuang dalam OSD (Open
Source Definition) yaitu :
1. Free Redistribution
2. Source Code
3. Derived Works
4. Integrity of the Authors Source Code
5. No Discrimination Against Persons or Groups
6. No Discrimination Against Fields of Endeavor
7. Distribution of License
8. License Must Not Be Specific to a Product
9. License Must Not Contaminate Other Software

Secara sederhana Open Source adalah sistem pengembangan yang tidak
dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku
yang bekerja sama dengan memanfaatkan source-code yang tersebar
dan tersedia bebas (menggunakan fasilitas komunikasi internet).
Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola
Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan
yang bersumber dari gift culture, yang artinya ketika suatu
komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah
menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan
sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang
banyak.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi
berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan
pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan
utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat
kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan
ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama
dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Prinsip
dasar dari pengembangan ala Open Source ini adalah: "rapid code
evolution and massive independent peer review".

Pergerakan perangkat lunak bebas dan open source saat ini membagi
pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Open source
adalah pengembangan secara metodelogy, perangkat lunak tidak
bebas adalah solusi suboptimal.
Untuk pergerakan perangkat lunak bebas,perangkat lunak tidak bebas
adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.

Sistem Operasi GNU/Linux (FM)

LINUX (Kernel-nya saja) adalah sistem operasi komputer yang
bermula dari proyek hobi Linus Torvalds, seorang mahasiswa
dari Helsinki University, Finlandia. Linus sendiri terinspirasi
Minix, suatu sistem UNIX kecil yang dikembangkan Prof. Andrew
Tanenbaum dari der Frein University, Amsterdam.
Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Pada 5
Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02.
Versi ini hanya dapat menjalankan Bash (GNU Bourne Again Shell)
dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini, Linux telah berkembang
demikian cepat sehingga dilengkapi banyak program, mulai dari
Office Suite semacam StarOffice hingga server web (seperti Apache),
email (Sendmail), database (PostgreSQL dan MySQL), dan lainnya
sehingga jadi GNU/Linux.
Linux didistribusikan secara bebas bersama program GNU
(Gnu is Not Unix) lainnya dengan model lisensi GPL
(General Public License). GNU/Linux atau yang selanjutnya disebut
Linux saja adalah UNIX Clone, sebuah sistem operasi komputer yang
mirip seperti UNIX yang merupakan implementasi independen dari POSIX.
Saat ini linux adalah system UNIX yang sangat lengkap, bias
digunakan untuk jaringan,pengembangan software dan bahka untuk
pekerjaan sehari-hari.


Selasa, 23 September 2008

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI







Perbandingan Aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0

Sebenarnya tidak ada kesepakatan adanya versi dalam aplikasi web, namun untuk memudahkan pembahasan dan menandai munculnya perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label Web 1.0 dan Web 2.0. Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.
No. Perbandingan Web 1.0 Web 2.0
1 Perilaku pengguna Membaca Menulis
2 Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3 Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4 Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
5 Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
6 Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
7 Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
8 Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
9 Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna


Perbandingan aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0 digambarkan Chris Wolz (2008) dalam sebuah presentasi seminar tentang Web 2.0 dan Media Sosial seperti pada gambar [1]. Ia menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.
[1] Chris Wolz, “Web 1.0 vs Web 2.0: It’s All About You”, Presentasi pada Web Executive Seminar: Social Sites for Social Goods, 26 Februari 2008
GOOGLE.COM

Apa sih web 2.0 itu?, sepertinya masih banyak orang yang belum tahu istilah ini. Juga tidaklah banyak orang yang bergelut di bidang IT yang menjelaskan tentang istilah ini. Baiklah disini kan coba bedah berdarkan beberapa referensi yang didapat. Yang disebut web 2.0 yaitu salah satu trend "buzzword" dari bidang internet yang terkini. Teknologi ini diprakarsai oleh Dale ugherty dari Media O'Reily (yang terkenal dalam bidang penerbitan buku-buku baik dalam bidang IT maupun dalam bidang lainnya).

Web 2.0 ini merupakan hasil dari penelitian Dale dan Craig Cline dari MediaLive http://www.web2con.com/). Akirnya di bulan Oktober 2004 O'Reilly Media, Battle dan MediaLive melakukan konfrensi web 2.0 pertama dan yang kedua pada bulan Oktober 2005. Tetapi sebelumnya ada istilah web 2.0 dipakai dengan istilah semantec web.
Web 2.0 yaitu suatu inovasi dan fitur-fitur baru yang muncul dalam bidang web, serta membawa kemajuan baru pada jenis situs web atau aplikasi web. Walaupun sudah terdengar cukup lama oleh para praktisi web, namun masih banyak yang bertanya mengenai fungsi dan kegunaan web 2.0 hasil dari penelitian ini.

Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang ada untuk membangun suatu web, seperti gabungan dari HTML,CSS,JavaScript,XML,dan tentunya yang sedang panas-panasnya sekarang yaitu AJAX (Tentunya bukan team bola dari belanda).
Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir untuk menyajikan isi atau content dan tampilan dari suatu web. Web 2.0 juga diaplikasikan dalam bentuk halaman web, yang sifatnya seperti program dekstop yang umum pada windows, seperti drag and drop, auto-complete dll.

Aplikasi web 2.0 disajikan pada suatu web browser tidak memerlukan teknologi canggih dari sisi user, seerti MS Words,MS Excell,FrontPages dll. Teknologi Web 2.0 merupakan fasilitas yang gratis yang bisa digunakan tiap waktu. Masalah yang berkenaan dengan manajemen file juga tidak terlalu susah, selain itu filenya bisa disimpan dan bisa disharing oleh user lain, semacam napster (http://napster.com/). Salah satu teknologi web 2.0 ini bisa dilihat pada aplikasi spreadsheet milik Google yang mengolah angka-angka sepertihalnya MS Excel (http://spreadsheets.google.com).

Kelebihan dibangunnya web 2.0 yaitu memberikan user dan system tidak sulit dalam rinteraksi. Jadi web 2.0 merupakan layanan web buat si user, dan si user diberikan keleluasaan dan kemudahan dalam hal layanan yang ada. Misalnya dalam hal user interface suatu web yang menggunakan teknologi flex (aplikasi rich internet yang basisnya flash), lazio (bentuk dasar dari aplikasi flash yang open source), atau menggunakan aplikasi ajax di gmail atau google map.

Akan tetapi contoh web 2.0 dan web 1.0 atau web biasa semodel, program yang bisa menghasilkan uang di internet, dimana si user hanya menempelkan iklan atau gambar pada tiap halaman web nya. Contoh untuk web 2.0 yaitu google AdSense sedangkan untuk web 1.0 yaitu double click. Web 1.0 untuk suatu layanan untuk sharing foto, di motori Lisa garisky dan kamran,yang dimulai dari Berkley California. Web-nya mulai launching tahun 1993 bulan desember, yang diberi nama ofoto. Sedangkan untuk web 2.0 yaitu flicker suatu management foto, dan berbagi aplikasi (http://www.flickr.com/aboutus).

Web 1.0 untuk suatu layanan dari suatu perusahaan yang menyediakan platfom komputer untuk global internet content (http://www.akamai.com/), sedangkan untuk web 2.0 yaitu BitTorent (http://www.bitorrent.com/) suatu protokol dan share file yang dikenal dengan istilah P2P (Peer to Peer).

Web 1.0 untuk layanan download lagu-lagu dari format mp3 (http://www.mp3.com/). Sedangkan untuk web 2.0 yaitu nepster, salah satu raksasa untuk musik online, share file yang dimotori oleh Shawn Flaning (http://www.napster.com).

Web 1.0 untuk suatu layanan ensiklopedia yaitu Britanica Online (http://www.britannica.com/). Sedangkan untuk web 2.0 suatu multibahasa yang isinya bebas diisi oleh siapa saja.
Web 1.0 untuk suatu browser pada jamannya Netscape Navigator ini hasil dari produk America Online (AOL), walaupun tampilannya agak kaku tetapi masih bisa dipake untuk platfom windows, mac dan unix. Sedangkan untuk web 2.0 yaitu suatu raksasa seach engine yang sekarang banyak dipakai oleh para praktisi atau user yang mengalahkan kedigjayaan Yahoo, yaitu Om Google.

Jadi kesimpulannya web 2.0 pada umumnya suatu teknologi yang gratis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Open Source, dan murni menggunakan web base, dan sangat memudahkan untuk share atau upload dan download data


tohamark.blogspot.com.




Web 3.0


Ternyata proses penuaan tidak hanya dialami oleh manusia, dunia Internet juga mengalaminya. Terbukti saat ini mulai hangat pembahasan Web 3.0, web bertambah uzur?

Semakin tua semakin bijaksana, demikian seharusnya yang dialami manusia. Untuk teknologi, mungkin lebih tepat dikatakan semakin tua semakin canggih. Bukan teknologi namanya jika tidak menawarkan kecanggihan!

Belum usai pembahasan pro dan kontra mengenai eksistensi Web 2.0 yang mulai dikenal sejak tahun 2004, dengan cepat mulai terdengar istilah Web 3.0 yang telah memikirkan wajah berikutnya yang akan ditampilkan bagi pengguna web.

Istilah Web 3.0 mulai sering dibicarakan, walaupun terkadang masing-masing memiliki definisi sendiri mengenai pengertian Web 3.0. Tetapi satu hal yang jelas, Web 3.0 tentunya ingin mendeklarasikan diri sebagai generasi selanjutnya dari dunia world wide web.

Sebagai sebuah tunas baru dunia web, Web 3.0 memaparkan berbagai pembaruan menyangkut penggunaan dan interaksi web.

Semantic Web

Sebelum memasuki pembahasan mengenai Web 3.0, kita akan mengenal terlebih dahulu apa yang disebut dengan semantic web, karena sering disebut bahwa Web 3.0 akan mengarah pada konsep semantic web ini.

Istilah semantic web sendiri telah lebih dulu dikenal dibandingkan istilah Web 3.0. Semantic web merupakan pengembangan dari world wide web dimana content web ditampilkan tidak hanya dalam format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca:software).

Seperti yang kita ketahui, website ditujukan untuk memberikan informasi kepada manusia. Misalnya saat Anda menginginkan sebuah buku, Anda dapat menelusurinya pada search engine atau website tertentu hingga akhirnya mendapatkan buku tersebut.

Misalkan terdapat pilihan dari berbagai kategori untuk mendapatkan buku yang dimaksud, mesin sendiri tidak dapat memutuskan dan melakukannya tanpa arahan dari manusia, karena informasi-informasi tersebut diperuntukkan agar dimengerti hanya oleh manusia dengan menggunakan natural language.

Kondisi inilah yang ingin diubah oleh semantic web. Semantic web akan memiliki informasi yang dimengerti oleh mesin, yang memiliki kecerdasan buatan hingga mampu menemukan dan mengintegrasikan informasi dengan mudah.

Dengan demikian fungsi web menjadi wadah universal bagi pertukaran data, informasi, dan pengetahuan, yang dapat menghasilkan kecerdasan buatan yang dapat mengerti keinginan Anda, dimana semantic web dapat diinstruksikan untuk mengambil informasi sesuai kriteria tertentu.

Beberapa format dan spesifikasi yang dikenal oleh mesin dalam semantic web antara lain adalah RDF (Resource Description Framework) dan OWL (Web Ontology Language).

RDF

Dibalik teknologi Web 3.0, salah satu tulang punggungnya adalah format dan spesifikasi yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pada level mesin, W3C (World Wide Web Consortium) mendefinisikan format metadata yang dikenal dengan RDF (Resource Description Format).

RDF terdiri dari tiga komposisi, meliputi subject, predicate, dan object. Predicate merupakan komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object, sementara subject dan object merupakan entitas.

Object didalam RDF dapat menjadi subject yang diterangkan oleh object yang lainnya, dengan inilah object dapat berupa masukan yang dapat diterangkan secara jelas dan detail, sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan.

Contoh cara kerja RDF dapat diterangkan dengan satu contoh sederhana berikut, untuk mendefinisikan “daun memiliki warna hijau”, maka “daun” direpresentasikan sebagai subject, “hijau” merupakan object, dan “memiliki warna” adalah predicate.

Dengan menggunakan RDF, website dapat menyimpan dan melakukan pertukaran informasi antar web.



RDF telah digunakan pada aplikasi-aplikasi antara lain:

1. RSS (RDF Site Summary).
RSS memberikan informasi update sebuah website tanpa pengunjung perlu mengunjungi website tersebut.
2. FOAF (Friend of a Friend).
Didesain untuk mendeskripsikan orang-orang, ketertarikan dan hubungan mereka.
3. SIOC (Semantically-Interlinked Online Communities).
Menerangkan komunitas online dan menciptakan koneksi antara diskusi berbasis Internet seperti message board, blog, maupun mailing list.

OWL

Web Ontology Language atau OWL (bukan WOL) didesain agar dapat digunakan oleh aplikasi yang memroses informasi, OWL berbasis XML dan dapat dengan mudah dipertukarkan antara mesin dengan sistem operasi yang berbeda, dan bahasa aplikasi yang berbeda.

OWL memiliki 3 sub-language (spesies), yaitu:

1. OWL Lite.
Mendukung pengguna yang memerlukan klasifikasi hirarki dan dalam batasan yang sederhana.

2. OWL DL.
Mendukung konstruksi seluruh OWL, tetapi hanya dapat digunakan pada batasan tertentu.

3. OWL Full.
Diperuntukkan bagi pengguna yang menginginkan maksimum penggunaan dan kebebasan sintaksis.
]
<1.tif> Skema OWL

Wajah Web 3.0

Konsep Web 3.0 diarahkan sebagai web masa depan, tetapi masa depan yang bagaimana yang ditawarkan? Hal inilah yang terkadang masih menjadi perdebatan, tetapi bisa jadi tidak ada yang salah, karena mungkin sebagian besar pemikiran mengenai web masa depan tersebut sangat mungkin untuk terlaksana.

Bagaimana wajah Web 3.0 menurut berbagai pengamat? Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Realisasi Semantic Web.
Semantic web cukup dipercaya sebagai wujud dari Web 3.0, dengan kecerdasan buatan, Web 3.0 diharapkan akan merealisasikan konsep semantic web dan menjadi generasi selanjutnya dari WWW.

2. Evolusi 3D.
Tidak mengherankan bahwa kemampuan 3D selalu merupakan cerminan masa depan, evolusi 3D telah terjadi pada game, animasi, dan lain-lain, walaupun saat ini masih belum mengubah mayoritas wajah web.

Tampilan 3D bisa jadi memang dihindari oleh sebagian pengakses Internet karena tampilan dan proses 3D berarti pula pertukaran data yang lebih besar dan tentu berpengaruh pada kecepatan maupun biaya yang dikeluarkan.

Tentunya evolusi 3D ini hanya akan berhasil jika infrastruktur di masa mendatang telah mendukung pengguna Internet pada umumnya.

3. Web Sebagai Database.
Masih sering kita dengar istilah web statik dan web dinamis, web statik menunjukkan bahwa website tersebut selalu memberikan informasi yang sama sebagai respon pada setiap pengunjung yang mengaksesnya.

Sementara web dinamis merupakan kebalikannya, dimana informasi yang diberikan website tersebut dapat berubah secara interaktif tergantung dari kondisi dan konteks yang distimulasikan oleh pengguna.

Pada Web 3.0, diharapkan website merupakan database dan tentunya semakin interaktif dan dinamis kepada pengunjung, atau dinamakan dengan Data Web.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah SPARQL yang menyediakan bahasa query standard dan Application Programming Interface (API) untuk menelusuri database RDF yang terdistribusi pada website.

4. Executable.
Jika kita melihat kembali perjalanan web dimulai dari Web 1.0, maka dapat dikatakan bahwa pengunjung Web 1.0 hanya memiliki hak sebatas read-only, karena sebagai pengunjung Anda hanya akan membaca informasi yang ditampilkan Web 1.0.

Tidak heran jika kemudian istilah yang sering dipakai saat mengakses Internet adalah “browsing”, fungsi browser Internet sebatas untuk melihat informasi dari satu website ke website lainnya.

Pada Web 2.0, sebagai pengunjung Anda dapat melakukan kontribusi dan memiliki hak untuk read-write, dimana Anda dapat berperan aktif pada website tersebut. Istilah “sharing” mulai umum digunakan dalam konsep Web 2.0.

Web 3.0, menambah lagi hak Anda menjadi executable, mengijinkan Anda memodifikasi website itu sendiri.

Dapat disimpulkan untuk mewujudkan Web 3.0, maka harus didukung oleh kemampuan dan teknologi yang merealisasikan transformasi dari web yang terpisah secara aplikasi dan penyimpanan data, menjadi saling berinteraksi sesama mesin.

Interaksi tidak hanya terjadi antara pengunjung dan website, tetapi juga diantara website itu sendiri dalam formatnya sendiri.

Istilah World Wide Web bisa jadi berubah menjadi World Wide Database untuk menunjukkan database yang terdistribusi dan dimungkinkan dengan adanya teknologi yang mendukung semantic web.

Jika Semuanya Menjadi Mudah

Teknologi selalu dikembangkan untuk memanjakan manusia, tidak terkecuali konsep Web 3.0, apa yang Anda inginkan akan dapat dimengerti dengan cepat sehingga mengurangi waktu dan tenaga yang harus Anda keluarkan.


Jokonurjadi.blogspot.com

PERBEDAAN SISTEM INFORMASI dgn JURUSAN KOMPUTER LAINNYA

PERBANDINGAN SISTEM INFORMASI DENGAN JURUSAN KOMPUTER LAINNYA

Yang saya ketahui , Sistem Informasi adalah sebuah jurusan yang ber-title S.Kom
(Sarjana Komputer ) dimana bedanya dengan jurusan lainnya adalah ;

1.Di Sistem Informasi ini kita tidak hanya belajar mengenahi computer saja tapi kita juga dapat mempelajari Kehidupan Bisnis, Management, dan juga kita dapat mempelajari computer dengan lebih luas lagi (dalam bidang bisnis).

2.Sistem Informasi biasanya me-manage jurusan computer lainnya.
(Kasarnya kita yang merintah,mereka yang bekerja.)

3.Di sini kita belajar bahasa pemograman yang sering di gunakan di dunia perkantoran internasional yaitu bahasa pemograman “JAVA”.

4.Kita juga dapat mengenal dunia web, browsing , dan dunia lainnya di internet.

5.Sistem Informasi juga mengajarkan bagaimana kita membuat suatu blog atau web yang bertujuan baik untuk ke depan nantinya.

6.Kita juga mempelajari teknologi basis data guna mempermudah untuk menyelesaikan pekerjaan dengan mudah.

GOOGLE CHROME


Google Chrome : Browser Terbaru Keluaran Google


Google Chrome adalah sebuah Web Browser yang diluncurkan oleh Mesin Pencari Raksasa Google. Google Chrome ini mempunyai keunggulan dibandingkan dengan Browser lainnya.

SEJARAH SINGKAT GOOGLE CHROME

Google mengeluarkan browser terbaru yang diberi nama Google Chrome. Kenapa Google meluncurkan Google Chrome? Sebab mereka percaya, bahwa mereka dapat menambahkan nilai untuk para pemakai internet dan, pada waktu yang sama, mereka memberikan inovasi pada web browser.

Para ahli yang ada di Google sering meluangkan waktu mereka untuk bercakap – cakap, e-mail dan saling berhubungan dengan para teman – teman. Karena mereka sering menggunakan internet, mereka mulai serius berpikir untuk membuat sebuah browser dan membangun semua unsur – unsur terbaik di sana. Kita menyadari bahwa web telah meningkat dari halaman teks sederhana ke aplikasi yang interaktif. Apa yang benar – benar kita perlukan bukan hanya suatu browser, tetapi juga suatu platform modern untuk halaman web dan aplikasi, dan sejak itulah Google mulai membangun browser itu.

Ini baru sebuah permulaan. Google Chrome adalah masih jauh dari sempurna. Mereka meluncurkan versi beta ini untuk Windows, dan mulai di diskusikan untuk lebih luas lagi. Mereka bekerja keras di tempat mereka bekerja untuk membangun versi Mac dan Linux juga, dan akan melanjutkan untuk membuat lebih sempurna dan lebih cepat lagi.

Suatu web akan menjadi lebih baik lagi dengan lebih banyaknya pilihan dan inovasi. Salah satunya adalah Google Chrome, dan mereka akan selalu berkontribusi untuk membuat web menjadi labih baik lagi kelak.

KEUNGGULAN GOOGLE CHROME

Sudah tentu Google Chrome mempunyai perbedaan dengan browser lainnya. Dan perbedaan – perbedaan itu adalah :

Ringan

Pertama kali dibuka, chrome nyaris tidak terasa bebannya di resource CPU. Disini saya pakai Dual-Core 3,0Ghz; DDR2 1024Mb; VGA OnBoard. Kalau saya bilang, browser ini adalah browser yang paling ringan yang pernah saya pakai. Sudah coba buka tab sampai 20an, masih oke.

Space Lega

Ini yang paling terasa beda. Menu Bar dan Bookmark Bar lenyap (juga statusbar yang auto hide), ada ruang ekstra untuk melihat page yang sedang kita buka. Jadi lebih terasa nyamannya browsing dengan Chrome

Intuitif

Pertama kali dibuka, Chrome akan mengkonfirmasi apakah kita mau mengimport data-data dari browser lain seperti Firefox, IE, dll. Address Bar dibuat mirip dengan Firefox 3, punya Caption dan URL search, jadi cukup mengetikan URL atau Title dari sebuah page, kita akan diberi list URL yang relevan, hanya saja awal - awal proses penampilannya terasa lebih lambat dibanding Firefox 3, tapi setelah dibiarkan beberapa menit, sudah sama cepatnya dengan Firefox 3. Di Chrome, Address Bar juga berfungsi sebagai Search Box, dalam artian jika kita mengetik sebuah keyword (bukan URL), maka akan langsung berpindah ke halaman search (defaultnya adalah Google Search). Juga, setiap page yang kita buka akan masuk ke halaman Most Viewed (halaman yang muncul saat membuka tab baru). Cukup intuitif.

Pencarian Teks (Updated)

Pencarian teks di Chrome cukup nyaman, saat kita mengetikan keyword, maka Chrome langsung mencari semua teks yang relevan, dan menandainya dengan warna kuning transparan. Di beberapa bagian scrollbar Chrome juga akan ditandai dengan warna kuning yang berarti teks yang relevan ada di posisi scrollbar tersebut. Find Prev / Next keyword juga mudah karena ada tombol Up / Down disebelah kolom keyword. Kita tetap bisa menggunakan shortcut F3 untuk find prev / next.

Satu Kotak Untuk Semua

Di Google Chrome, Anda dapat membuka apapun di web dengan satu kotak. Panel alamat, yang terdapat di bagian atas jendela Chrome biasa, meringkas kerepotan ber-Internet karena berfungsi ganda sebagai kotak penelusuran. Anda juga dapat menggunakan panel alamat untuk menandai situs Web dan mengetahui keamanan situs Web.

Halaman Tab Baru

Bila Anda membuka tab baru, Google Chrome telah mengisinya dengan informasi bermanfaat. Dengan sekali klik, Anda dapat membuka sumber informasi Web yang paling sering digunakan. Untuk membuka halaman Tab Baru, klik ikon + di sebelah tab terakhir.

Kontrol Kerusakan

Setiap tab yang digunakan dijalankan secara terpisah di browser, sehingga jika salah satu aplikasi rusak, maka aplikasi lainnya tidak akan terpengaruh

Mode Penyamaran

Bila ingin menjelajah dalam mode ’siluman’, misalnya untuk merencanakan kejutan seperti hadiah maupun ulang tahun, Google Chrome menawarkan mode jelajah penyamaran. Halaman Web yang dibuka dan file yang di-download sewaktu Anda menggunakan penyamaran tidak akan disimpan dalam riwayat penelusuran dan download. Semua cookie baru terhapus setelah jendela penyamaran ditutup. Anda dapat menjelajah seperti biasa dan dalam mode penyamaran pada saat yang sama menggunakan jendela terpisah.

Penelusuran Aman

Google Chrome akan menampilkan peringatan jika alamat Web yang tercantum pada sertifikat tidak sesuai dengan alamat situs Web yang akan diakses oleh Chrome.

Bila Anda terhubung ke situs Web aman, server yang meng-host situs Web tersebut akan memberikan sertifikat kepada Chrome dan browser lainnya untuk memverifikasi identitas. Sertifikat ini berisi informasi seperti alamat situs Web yang dikonfirmasi oleh pihak ketiga yang dipercaya komputer. Dengan mencocokkan alamat dalam sertifikat dengan alamat situs Web, dapat dipastikan Anda berkomunikasi secara aman dengan situs Web yang dituju, dan bukan pihak ketiga (misalnya, hacker di jaringan).

Kemungkinan alasan ditampilkannya tanda mencakup:

  • Komunikasi server dihentikan oleh seseorang di Web yang memberikan sertifikat untuk situs Web lain. Hal ini akan menyebabkan ketidakcocokan.
  • Server mungkin dikonfigurasi agar mengembalikan sertifikat yang sama untuk beberapa situs Web, termasuk situs yang akan Anda kunjungi, meskipun sertifikat tersebut tidak valid bagi semua situs Web tersebut. Misalnya, sertifikat mungkin menginformasikan bahwa alamat Web seharusnya adalah www.xyz.com, namun kami tidak dapat memverifikasi bahwa situs Web ini sama dengan xyz.com.

Jika Anda benar-benar yakin bahwa kedua situs Web tersebut sama, Anda dapat membuka situs Web dengan mengklik tombol Tetap lanjutkan. Secara umum, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan, lalu klik tombol Kembali demi keamanan yang akan membawa Anda kembali ke halaman Web yang dikunjungi.

KOMPUTEBLOG.COM