Selasa, 23 September 2008

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI







Perbandingan Aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0

Sebenarnya tidak ada kesepakatan adanya versi dalam aplikasi web, namun untuk memudahkan pembahasan dan menandai munculnya perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label Web 1.0 dan Web 2.0. Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.
No. Perbandingan Web 1.0 Web 2.0
1 Perilaku pengguna Membaca Menulis
2 Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3 Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4 Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
5 Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
6 Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
7 Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
8 Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
9 Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna


Perbandingan aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0 digambarkan Chris Wolz (2008) dalam sebuah presentasi seminar tentang Web 2.0 dan Media Sosial seperti pada gambar [1]. Ia menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.
[1] Chris Wolz, “Web 1.0 vs Web 2.0: It’s All About You”, Presentasi pada Web Executive Seminar: Social Sites for Social Goods, 26 Februari 2008
GOOGLE.COM

Apa sih web 2.0 itu?, sepertinya masih banyak orang yang belum tahu istilah ini. Juga tidaklah banyak orang yang bergelut di bidang IT yang menjelaskan tentang istilah ini. Baiklah disini kan coba bedah berdarkan beberapa referensi yang didapat. Yang disebut web 2.0 yaitu salah satu trend "buzzword" dari bidang internet yang terkini. Teknologi ini diprakarsai oleh Dale ugherty dari Media O'Reily (yang terkenal dalam bidang penerbitan buku-buku baik dalam bidang IT maupun dalam bidang lainnya).

Web 2.0 ini merupakan hasil dari penelitian Dale dan Craig Cline dari MediaLive http://www.web2con.com/). Akirnya di bulan Oktober 2004 O'Reilly Media, Battle dan MediaLive melakukan konfrensi web 2.0 pertama dan yang kedua pada bulan Oktober 2005. Tetapi sebelumnya ada istilah web 2.0 dipakai dengan istilah semantec web.
Web 2.0 yaitu suatu inovasi dan fitur-fitur baru yang muncul dalam bidang web, serta membawa kemajuan baru pada jenis situs web atau aplikasi web. Walaupun sudah terdengar cukup lama oleh para praktisi web, namun masih banyak yang bertanya mengenai fungsi dan kegunaan web 2.0 hasil dari penelitian ini.

Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang ada untuk membangun suatu web, seperti gabungan dari HTML,CSS,JavaScript,XML,dan tentunya yang sedang panas-panasnya sekarang yaitu AJAX (Tentunya bukan team bola dari belanda).
Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir untuk menyajikan isi atau content dan tampilan dari suatu web. Web 2.0 juga diaplikasikan dalam bentuk halaman web, yang sifatnya seperti program dekstop yang umum pada windows, seperti drag and drop, auto-complete dll.

Aplikasi web 2.0 disajikan pada suatu web browser tidak memerlukan teknologi canggih dari sisi user, seerti MS Words,MS Excell,FrontPages dll. Teknologi Web 2.0 merupakan fasilitas yang gratis yang bisa digunakan tiap waktu. Masalah yang berkenaan dengan manajemen file juga tidak terlalu susah, selain itu filenya bisa disimpan dan bisa disharing oleh user lain, semacam napster (http://napster.com/). Salah satu teknologi web 2.0 ini bisa dilihat pada aplikasi spreadsheet milik Google yang mengolah angka-angka sepertihalnya MS Excel (http://spreadsheets.google.com).

Kelebihan dibangunnya web 2.0 yaitu memberikan user dan system tidak sulit dalam rinteraksi. Jadi web 2.0 merupakan layanan web buat si user, dan si user diberikan keleluasaan dan kemudahan dalam hal layanan yang ada. Misalnya dalam hal user interface suatu web yang menggunakan teknologi flex (aplikasi rich internet yang basisnya flash), lazio (bentuk dasar dari aplikasi flash yang open source), atau menggunakan aplikasi ajax di gmail atau google map.

Akan tetapi contoh web 2.0 dan web 1.0 atau web biasa semodel, program yang bisa menghasilkan uang di internet, dimana si user hanya menempelkan iklan atau gambar pada tiap halaman web nya. Contoh untuk web 2.0 yaitu google AdSense sedangkan untuk web 1.0 yaitu double click. Web 1.0 untuk suatu layanan untuk sharing foto, di motori Lisa garisky dan kamran,yang dimulai dari Berkley California. Web-nya mulai launching tahun 1993 bulan desember, yang diberi nama ofoto. Sedangkan untuk web 2.0 yaitu flicker suatu management foto, dan berbagi aplikasi (http://www.flickr.com/aboutus).

Web 1.0 untuk suatu layanan dari suatu perusahaan yang menyediakan platfom komputer untuk global internet content (http://www.akamai.com/), sedangkan untuk web 2.0 yaitu BitTorent (http://www.bitorrent.com/) suatu protokol dan share file yang dikenal dengan istilah P2P (Peer to Peer).

Web 1.0 untuk layanan download lagu-lagu dari format mp3 (http://www.mp3.com/). Sedangkan untuk web 2.0 yaitu nepster, salah satu raksasa untuk musik online, share file yang dimotori oleh Shawn Flaning (http://www.napster.com).

Web 1.0 untuk suatu layanan ensiklopedia yaitu Britanica Online (http://www.britannica.com/). Sedangkan untuk web 2.0 suatu multibahasa yang isinya bebas diisi oleh siapa saja.
Web 1.0 untuk suatu browser pada jamannya Netscape Navigator ini hasil dari produk America Online (AOL), walaupun tampilannya agak kaku tetapi masih bisa dipake untuk platfom windows, mac dan unix. Sedangkan untuk web 2.0 yaitu suatu raksasa seach engine yang sekarang banyak dipakai oleh para praktisi atau user yang mengalahkan kedigjayaan Yahoo, yaitu Om Google.

Jadi kesimpulannya web 2.0 pada umumnya suatu teknologi yang gratis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Open Source, dan murni menggunakan web base, dan sangat memudahkan untuk share atau upload dan download data


tohamark.blogspot.com.




Web 3.0


Ternyata proses penuaan tidak hanya dialami oleh manusia, dunia Internet juga mengalaminya. Terbukti saat ini mulai hangat pembahasan Web 3.0, web bertambah uzur?

Semakin tua semakin bijaksana, demikian seharusnya yang dialami manusia. Untuk teknologi, mungkin lebih tepat dikatakan semakin tua semakin canggih. Bukan teknologi namanya jika tidak menawarkan kecanggihan!

Belum usai pembahasan pro dan kontra mengenai eksistensi Web 2.0 yang mulai dikenal sejak tahun 2004, dengan cepat mulai terdengar istilah Web 3.0 yang telah memikirkan wajah berikutnya yang akan ditampilkan bagi pengguna web.

Istilah Web 3.0 mulai sering dibicarakan, walaupun terkadang masing-masing memiliki definisi sendiri mengenai pengertian Web 3.0. Tetapi satu hal yang jelas, Web 3.0 tentunya ingin mendeklarasikan diri sebagai generasi selanjutnya dari dunia world wide web.

Sebagai sebuah tunas baru dunia web, Web 3.0 memaparkan berbagai pembaruan menyangkut penggunaan dan interaksi web.

Semantic Web

Sebelum memasuki pembahasan mengenai Web 3.0, kita akan mengenal terlebih dahulu apa yang disebut dengan semantic web, karena sering disebut bahwa Web 3.0 akan mengarah pada konsep semantic web ini.

Istilah semantic web sendiri telah lebih dulu dikenal dibandingkan istilah Web 3.0. Semantic web merupakan pengembangan dari world wide web dimana content web ditampilkan tidak hanya dalam format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca:software).

Seperti yang kita ketahui, website ditujukan untuk memberikan informasi kepada manusia. Misalnya saat Anda menginginkan sebuah buku, Anda dapat menelusurinya pada search engine atau website tertentu hingga akhirnya mendapatkan buku tersebut.

Misalkan terdapat pilihan dari berbagai kategori untuk mendapatkan buku yang dimaksud, mesin sendiri tidak dapat memutuskan dan melakukannya tanpa arahan dari manusia, karena informasi-informasi tersebut diperuntukkan agar dimengerti hanya oleh manusia dengan menggunakan natural language.

Kondisi inilah yang ingin diubah oleh semantic web. Semantic web akan memiliki informasi yang dimengerti oleh mesin, yang memiliki kecerdasan buatan hingga mampu menemukan dan mengintegrasikan informasi dengan mudah.

Dengan demikian fungsi web menjadi wadah universal bagi pertukaran data, informasi, dan pengetahuan, yang dapat menghasilkan kecerdasan buatan yang dapat mengerti keinginan Anda, dimana semantic web dapat diinstruksikan untuk mengambil informasi sesuai kriteria tertentu.

Beberapa format dan spesifikasi yang dikenal oleh mesin dalam semantic web antara lain adalah RDF (Resource Description Framework) dan OWL (Web Ontology Language).

RDF

Dibalik teknologi Web 3.0, salah satu tulang punggungnya adalah format dan spesifikasi yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pada level mesin, W3C (World Wide Web Consortium) mendefinisikan format metadata yang dikenal dengan RDF (Resource Description Format).

RDF terdiri dari tiga komposisi, meliputi subject, predicate, dan object. Predicate merupakan komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object, sementara subject dan object merupakan entitas.

Object didalam RDF dapat menjadi subject yang diterangkan oleh object yang lainnya, dengan inilah object dapat berupa masukan yang dapat diterangkan secara jelas dan detail, sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan.

Contoh cara kerja RDF dapat diterangkan dengan satu contoh sederhana berikut, untuk mendefinisikan “daun memiliki warna hijau”, maka “daun” direpresentasikan sebagai subject, “hijau” merupakan object, dan “memiliki warna” adalah predicate.

Dengan menggunakan RDF, website dapat menyimpan dan melakukan pertukaran informasi antar web.



RDF telah digunakan pada aplikasi-aplikasi antara lain:

1. RSS (RDF Site Summary).
RSS memberikan informasi update sebuah website tanpa pengunjung perlu mengunjungi website tersebut.
2. FOAF (Friend of a Friend).
Didesain untuk mendeskripsikan orang-orang, ketertarikan dan hubungan mereka.
3. SIOC (Semantically-Interlinked Online Communities).
Menerangkan komunitas online dan menciptakan koneksi antara diskusi berbasis Internet seperti message board, blog, maupun mailing list.

OWL

Web Ontology Language atau OWL (bukan WOL) didesain agar dapat digunakan oleh aplikasi yang memroses informasi, OWL berbasis XML dan dapat dengan mudah dipertukarkan antara mesin dengan sistem operasi yang berbeda, dan bahasa aplikasi yang berbeda.

OWL memiliki 3 sub-language (spesies), yaitu:

1. OWL Lite.
Mendukung pengguna yang memerlukan klasifikasi hirarki dan dalam batasan yang sederhana.

2. OWL DL.
Mendukung konstruksi seluruh OWL, tetapi hanya dapat digunakan pada batasan tertentu.

3. OWL Full.
Diperuntukkan bagi pengguna yang menginginkan maksimum penggunaan dan kebebasan sintaksis.
]
<1.tif> Skema OWL

Wajah Web 3.0

Konsep Web 3.0 diarahkan sebagai web masa depan, tetapi masa depan yang bagaimana yang ditawarkan? Hal inilah yang terkadang masih menjadi perdebatan, tetapi bisa jadi tidak ada yang salah, karena mungkin sebagian besar pemikiran mengenai web masa depan tersebut sangat mungkin untuk terlaksana.

Bagaimana wajah Web 3.0 menurut berbagai pengamat? Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Realisasi Semantic Web.
Semantic web cukup dipercaya sebagai wujud dari Web 3.0, dengan kecerdasan buatan, Web 3.0 diharapkan akan merealisasikan konsep semantic web dan menjadi generasi selanjutnya dari WWW.

2. Evolusi 3D.
Tidak mengherankan bahwa kemampuan 3D selalu merupakan cerminan masa depan, evolusi 3D telah terjadi pada game, animasi, dan lain-lain, walaupun saat ini masih belum mengubah mayoritas wajah web.

Tampilan 3D bisa jadi memang dihindari oleh sebagian pengakses Internet karena tampilan dan proses 3D berarti pula pertukaran data yang lebih besar dan tentu berpengaruh pada kecepatan maupun biaya yang dikeluarkan.

Tentunya evolusi 3D ini hanya akan berhasil jika infrastruktur di masa mendatang telah mendukung pengguna Internet pada umumnya.

3. Web Sebagai Database.
Masih sering kita dengar istilah web statik dan web dinamis, web statik menunjukkan bahwa website tersebut selalu memberikan informasi yang sama sebagai respon pada setiap pengunjung yang mengaksesnya.

Sementara web dinamis merupakan kebalikannya, dimana informasi yang diberikan website tersebut dapat berubah secara interaktif tergantung dari kondisi dan konteks yang distimulasikan oleh pengguna.

Pada Web 3.0, diharapkan website merupakan database dan tentunya semakin interaktif dan dinamis kepada pengunjung, atau dinamakan dengan Data Web.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah SPARQL yang menyediakan bahasa query standard dan Application Programming Interface (API) untuk menelusuri database RDF yang terdistribusi pada website.

4. Executable.
Jika kita melihat kembali perjalanan web dimulai dari Web 1.0, maka dapat dikatakan bahwa pengunjung Web 1.0 hanya memiliki hak sebatas read-only, karena sebagai pengunjung Anda hanya akan membaca informasi yang ditampilkan Web 1.0.

Tidak heran jika kemudian istilah yang sering dipakai saat mengakses Internet adalah “browsing”, fungsi browser Internet sebatas untuk melihat informasi dari satu website ke website lainnya.

Pada Web 2.0, sebagai pengunjung Anda dapat melakukan kontribusi dan memiliki hak untuk read-write, dimana Anda dapat berperan aktif pada website tersebut. Istilah “sharing” mulai umum digunakan dalam konsep Web 2.0.

Web 3.0, menambah lagi hak Anda menjadi executable, mengijinkan Anda memodifikasi website itu sendiri.

Dapat disimpulkan untuk mewujudkan Web 3.0, maka harus didukung oleh kemampuan dan teknologi yang merealisasikan transformasi dari web yang terpisah secara aplikasi dan penyimpanan data, menjadi saling berinteraksi sesama mesin.

Interaksi tidak hanya terjadi antara pengunjung dan website, tetapi juga diantara website itu sendiri dalam formatnya sendiri.

Istilah World Wide Web bisa jadi berubah menjadi World Wide Database untuk menunjukkan database yang terdistribusi dan dimungkinkan dengan adanya teknologi yang mendukung semantic web.

Jika Semuanya Menjadi Mudah

Teknologi selalu dikembangkan untuk memanjakan manusia, tidak terkecuali konsep Web 3.0, apa yang Anda inginkan akan dapat dimengerti dengan cepat sehingga mengurangi waktu dan tenaga yang harus Anda keluarkan.


Jokonurjadi.blogspot.com

Tidak ada komentar: